RASUL PAULUS TIDAK BERDASARKAN FIRMAN

2Korintus 11:17Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah.

Menurut kalimat di atas, apa yang dikatakan rasul Paulus menurut pengakuannya sendiri adalah tidak berdasarkan Firman TUHAN. Dan rasul Paulus menyatakan dirinya adalah orang yang bodoh, yang berkeyakinan dirinya boleh berbangga hati. Maksudnya, sekalipun orang bodoh, rasul Paulus merasa mempunyai hak juga untuk berbangga dengan kebodohannya. Tapi apa benar rasul Paulus itu orang bodoh, jika tulisannya memenuhi kitab Perjanjian Baru, yang 27 kitab itu, 14 kitabnya adalah tulisannya? Masak orang yang bisa menulis dan tulisannya diakui banyak orang itu termasuk orang bodoh?

Dalam berbahasa kita mengenal berbagai macam gaya bahasa atau majas. Salah satunya adalah majas pertentangan litotes, yaitu gaya bahasa mengurangi atau mengecilkan keadaan yang sebenarnya dengan tujuan kerendahan hati atau merendahkan diri. Misalnya: "Hanya ini yang bisa saya lakukan", "hanya ini yang bisa saya berikan", "saya bukan orang kaya", "saya bukan orang pandai", dan lain-lainnya.

Nah, jika kenyataannya rasul Paulus itu seorang penulis yang diakui banyak orang, sementara dia mengakunya orang bodoh, itu pasti merupakan gaya bahasa saja, yaitu gaya bahasa litotes. Jadi, untuk pengakuannya bodoh adalah merupakan gaya bahasa litotes. Sedangkan untuk pengakuannya bahwa perkataannya tidak didukung Firman TUHAN, maka kita perlu tahu perkataannya yang seperti apa itu? Mari kita buka 2Korintus 11 selengkapnya;

11:1Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku!

Di ayat 1 rasul Paulus memohon kepada jemaat di Korintus supaya mau bersabar terhadap rasul Paulus yang mengaku bodoh itu. Di sini menyiratkan bahwa ada perselisihan antara rasul Paulus dengan jemaat di situ.

11:2Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Rasul Paulus merasa iri/cemburu dengan kecemburuan yang bersifat ilahi, sebab oleh kerja keras rasul Paulus-lah orang-orang di Korintus itu mengenal YESHUA ha MASHIA. Rasul Paulus-lah yang merintis atau memelopori berdirinya jemaat Korintus. Tapi sekarang mengapa jemaat itu menjadi menentangnya?

11:3Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Rasul Paulus kuatir jemaat di Korintus telah dipedayai atau diprovokasi oleh orang-orang yang mengajarkan ajaran yang sesat dan yang mendiskreditkan rasul Paulus.

11:4Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Yah, rupanya ada guru-guru palsu yang mengajarkan ajaran yang tidak sebagaimana yang telah rasul Paulus ajarkan. Mengapa mereka bisa sabar terhadap orang yang menyesatkan mereka dan justru bersikap garang terhadap orang yang mengajarkan kebenaran?

11:5Tetapi menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu.

Rupanya itu tentang zaman ketika antara rasul Paulus dengan kelompok rabi-rabi Yahudi masih terjadi perpecahan. Rasul Paulus menduga kelompok rabi-rabi itu telah menghasut jemaat di Korintus itu untuk menentang ajaran rasul Paulus yang membebaskan sunat, membebaskan makan babi, dan lain-lainnya yang tidak bersesuaian dengan ajaran Taurat nabi Musa. Di sini rasul Paulus menegaskan bahwa posisi dirinya itu tidak kalah dengan mereka, sebab dia juga menerima pengutusan dari YESHUA ha MASHIA sendiri, yaitu ketika dia sedang dalam perjalanan ke Damsyik (Kisah 9).

11:6

Jikalau aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan; sebab kami telah menyatakannya kepada kamu pada segala waktu dan di dalam segala hal.
11:7Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma?
11:8Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu!
11:9Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorangpun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian.
11:10Demi kebenaran Kristus di dalam diriku, aku tegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapapun di daerah-daerah Akhaya.
11:11Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kamu? Allah mengetahuinya.
11:12Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan.
11:13Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.
11:14Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.
11:15Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.
11:16Kuulangi lagi: jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu juga menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya akupun boleh bermegah sedikit.

Untuk meluruskan keadaan itu rasul Paulus seolah-olah sedang berkata: "sekalipun aku kamu anggap bodoh, tapi coba dengarkan aku". Jika kamu bisa sabar terhadap orang yang mengajakmu mengisap shabu-shabu, mengapa kamu tidak bisa sabar juga terhadap orang yang mengajakmu bertobat? Jika kamu bisa merasakan senang diajak mabuk-mabukan, mengapa kamu tidak bisa merasa senang juga jika ada orang yang menasehatimu? Jika kamu mau-mau saja diajak orang mencuri, mengapa kamu tidak mau diajak berbuat yang jujur? Jika kamu tak marah ketika orang mengajakmu menyembah patung, mengapakah kamu marah ketika ada orang yang mengajakmu menyembah TUHAN yang hidup?

11:17Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah.

Nah, yang manakah kata-kata rasul Paulus yang tidak berdasarkan Firman TUHAN? Jelas, ketika rasul Paulus mengatakan: "Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima". Sebab mana mungkin TUHAN mengajari kita supaya sabar terhadap orang-orang yang menyesatkan kita? Itu hanyalah gaya bahasa rasul Paulus yang menyindir kedegilan hati mereka, yang kesalahan menyikapi orang. Itu termasuk gaya bahasa pertentangan ironi untuk maksud menyindir.

11:20karena kamu sabar, jika orang memperhambakan kamu, jika orang menghisap kamu, jika orang menguasai kamu, jika orang berlaku angkuh terhadap kamu, jika orang menampar kamu.

Yah, itu semua adalah gaya bahasanya rasul Paulus, bukan Firman TUHAN.

2Korintus 12:20Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.

 Hasil gambar untuk gambar orang sabar

Comments

Popular posts from this blog

PROPOSAL KEGIATAN PADEPOKAN LEWI

LAPORAN KEUANGAN PER-8 JANUARI 2018