MENJAGA KEKUDUSAN DIRI

Yang penting dan yang terutama bagi orang-orang yang mengaku Kristen adalah mengetahui sebutan-sebutan TUHAN untuk umatNYA, yang antara lainnya adalah disebut sebagai "Ekklesia", dari bahasa Yunani yang artinya adalah orang-orang yang dipanggil keluar. Dipanggil keluar dari mana atau dari hal apa? Tentu saja dipanggil keluar dari pola hidup kita yang lama yang beraliran keduniawian.

Kis. 2:39Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."

Rm. 12:2Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Menjadi Kristen harus merupakan kelahiran baru yang dilahirkan dari ROH KUDUS, yang menghasilkan buah-buah yang kudus, meninggalkan "ibu" yang lama kita, yaitu roh-roh keduniawian. Sebab tanpa kekudusan kita takkan pernah menjadi orang pilihan;

Ibr. 12:14Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

Kita hanya sebatas orang panggilan, bukan orang pilihan, seperti orang-orang yang sedang melamar kerjaan yang tidak semuanya diterima kerja;

Mat. 22:14Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Jika demikian maka sia-sialah segala usaha kesalehan kita, seperti kerajinan kita ke gereja dan membaca Alkitab, atau apa saja yang kita lakukan sebagai orang Kristen, jika kita tidak mengejar kenaikan derajat dari panggilan ke pilihan.

1Ptr. 2:9Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Yah, kita ini disebut orang yang terpilih, orang-orang yang kudus dan umat kepunyaan ALLAH. Kita adalah koleksi ALLAH, seperti orang-orang yang mengoleksi barang-barang langka dan berharga;

Hasil gambar untuk gambar koleksi batu akik

Maukah kita menjadi orang yang berharga di mata ALLAH?

Sebagai orang yang memiliki sedikit jiwa musik, saya biarkan telinga ini mendengarkan lagu-lagu irama apa saja asalkan enak didengar. Tapi hikmat yang terbaru membuat saya kini tidak lagi mau menikmati lagu-lagu seenak apapun. Bukan enaknya, tapi kebenarannya. Sebab kalau soal enaknya, sekarang ini banyak sekali lagu yang enak-enak dari semua aliran musik.

Saya juga tidak lagi memanjakan mata untuk menikmati perempuan-perempuan yang cantik. Sebab kalau soal kecantikan, artis-artis amburadulpun cantik-cantik. Juga soal makanan bukan lagi soal enaknya. Saya perlu berhati-hati dengan apa yang diterima oleh panca indera saya, yaitu mata, telinga, lidah, hidung, dan kulit. Itu semua perlu diteliti oleh akal budi saya, perlu diseleksi kebenarannya; mana yang baik, yang berkenan kepada TUHAN dan yang sempurna(Roma 12:2).

Sebab oleh panca inderalah dosa merasuki Hawa;

Kej. 3:6Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Perempuan itu melihat dengan matanya, menganggap baik berdasarkan seleranya, mengembangkan imajinasi seleranya sehingga buah itu kelihatan sedap, dan mempertimbangkan keuntungan bagi dirinya bahwa buah itu akan memberinya pengertian seperti ALLAH. Hawa lupa bahwa dia tidak hidup sendirian, melainkan ada ALLAH. Ada Pribadi lain, Pribadi yang berbeda dengan dirinya, yang kedudukannya berbeda dengan dirinya. Ada majikan, ada hamba. Ada pemimpin dan ada yang dipimpin sehingga seorang hamba tidak bisa hidup semau-maunya sendiri, menuruti keinginannya sendiri, melainkan dia harus mematikan kehendak dirinya dan menggantikan dengan kehendak tuannya, entah itu menyenangkan atau tidak menyenangkan.

Kita perlu menyadari bahwa kehadiran orang lain itu merupakan beban yang harus kita pikul, yaitu bahwa dia memiliki keinginan yang pasti berbeda dengan kita. Contohnya; suami-istri. Keinginan atau selera suami pasti berbeda dengan selera istri. Manakala kita memaksakan kehendak kita pada sang istri, maka sang istri akan merasa "terpaksa" menuruti keinginan suaminya. Begitu juga sebaliknya, manakala kita perlu mengalah mengikuti kehendak istri, maka kita terpaksa mematikan keinginan kita. Dan ada kalanya itu menyakitkan sekali, yaitu manakala kehendak kita sudah menggebu-gebu, sudah membesar lalu digugurkannya.

TUHAN YESUS sendiri menikmati penderitaan itu, yaitu ketika DIA harus menuruti kehendak BAPANYA;

Mat. 26:39Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

TUHAN YESUS ingin dibebaskan dari jalan salib. Tapi DIA rela memadamkan kehendakNYA jika BAPA berkata lain. Dan jerit penderitaanNYA oleh sebab menuruti kehendak BAPANYA adalah;

Mat. 27:46Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?"* Artinya: /Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Jadi, menuruti kehendak ALLAH itu memang tidak mengenakkan. Ini yang harus kita sadari sebagai orang-orang Kristen, yang harus kita jalani, jika kita merindukan kemuliaan yang mahabesar yang disediakan untuk kita;

Rm. 8:18Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Tanpa kesediaan mengorbankan keduniawian kita, maka sorga hanyalah impian belaka;

Matius 10:37

Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:38Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.


MARI MENJADI KRISTEN SEJATI.

Comments

Popular posts from this blog

PROPOSAL KEGIATAN PADEPOKAN LEWI