EVALUASI 4 BULAN DI NGRIMBI

Saya masuk di Ngrimbi pada tanggal 12 September 2017.

1. PENANAMAN SINGKONG:

Penanaman singkong yang memasuki bulan ke-4, bertumbuh dengan subur. Lahan singkong saya cangkuli dan kasih pupuk kandang. Karena kurang pengetahuan dan beratnya kerja mencangkul, saya menanaminya dengan jarak yang terlalu dekat, sehingga timbul kekuatiran umbinya tidak bisa besar. Selain itu saya merasa kurang puas karena jenis singkongnya bermacam-macam, ada yang enak dan ada jenis yang mengeras di bagian tengahnya(bahasa Jawa: mogol).

Karena penanamannya termasuk mudah, saya ingin menyiapkan sebuah lahan yang khusus. Tapi saya maunya menanam jenis singkong yang enak, kalau bisa sejenis saja. Saya menunggu ketersediaan bibitnya dulu baru membuka lahannya.

Ada yang mau kasih bibitnya?

2. PENANAMAN CABE:

Karena kurang pengetahuan saya menanam cabe di lahan yang kurang kena sinar matahari. Akibatnya tanaman tersebut tidak bisa bertumbuh dengan baik. Selain itu saya kewalahan mengatasi tumbuhnya rerumputan, maka praktis penanaman ini saya sebut gagal. Namun saya masih tertarik untuk mengulanginya lagi jika ada waktu, sebab saya sedang asyik dengan tanaman ginseng.

3. PENANAMAN SAWI:

Saya mencoba menanamnya di lahan bekas tebu yang sekalipun sudah dikasih pupuk kandang tetap saja tanahnya kering kerontang, nggak mempan. Penanaman sawi saya nyatakan gagal juga. Namun karena sawi termasuk yang cepat bisa dipanen, saya masih tertarik untuk mengulanginya jika ada waktu.

4. PEMBUDIDAYAAN AZOLLA:

Pembudidayaan azolla di kolam berhasil dengan sangat menggembirakan. Hari-hari ini adalah hari-hari memanen azolla setiap hari. Saya sudah mempunyai 2 kolam yang sama luasnya. Dan karena tanaman azolla ini selain untuk pakan ternak bisa pula dijadikan pupuk, jelas saya merasa perlu menambah terus jumlah kolamnya. Makin banyak kolamnya, makin menyuburkan tanaman-tanaman secara gratis, tak perlu membeli pupuk lagi.

Saya pikir daripada direpotkan membikin pupuk kompos, lebih baik direpotkan membikin kolam azolla. Ini menjadi prioritas saya di tengah keasyikan menanam ginseng Jawa.


Image result for gambar bertani dengan pupuk azolla


5. BETERNAK LELE:

Banyak hal yang memberatkan dari beternak lele ini;

a. Saya masih belum menguasai ilmunya.
b. Memerlukan modal besar untuk penghasilan yang sedikit.
c. Terlalu banyak peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkannya: kolam, terpal, pupuk kompos, probiotik, pakan, makanan suplemen, jaring, system pengairan, alat giling, blender, pipa-pipa PVC,dll.
d. Perlu penyortiran berkali-kali hingga pemanenannya.
e. Perlu kontrol kondisi air kolam.
f. Harus memberi pakan 3 kali sehari.
g. Penyiapan pakan cukup merepotkan kecuali membeli palet.
h. Dalam setiap paket jumlah benih terbagi dalam 4 ukuran sehingga tidak bisa dipanen sekaligus sebagai satu paket.
i. Dalam setiap paket jumlah benih memerlukan 4 buah kolam.
j. Resiko penyakit dan kematiannya.
k. Jika ingin hasil yang baik harus dipilih benih yang baik. Apa mungkin kita menyeleksi, pilih-pilih benih untuk hitungan ribuan ekor yang dibeli?
l. Untuk menyiapkan media kolam sebelum benih ditaburkan dibutuhkan waktu minimal 2 minggu. Hanya untuk menunggu munculnya jentik-jentik nyamuk dan plankton saja harus menganggur selama 2 minggu?
m. Harga jualnya naik-turun, tidak stabil. Banyak diberitakan peternak yang mengalami kerugian akibat harga jualnya rendah.
n. Mau penghasilan besar, ya harus modal besar.

Kesimpulan saya: Jika untuk mencari makan atau penghasilan, suara pribadi saya adalah lebih baik jangan ternak lele. Sedangkan jika sekedar untuk peliharaan, haruskah dikorbankan begitu banyak waktu untuk hal-hal yang tidak ekonomis? Saya pikir masih lebih berguna memikirkan atau mencari ilmunya menanam cabe dan sawi daripada beternak lele.

6. PENANAMAN GINSENG JAWA:

Penanaman ginseng Jawa merupakan gagasan yang paling akhir, namun perlu mendapatkan perhatian yang terutama, sebab dalam penanamannya sudah berhasil dengan baik, tidak merepotkan, sangat sederhana dan memiliki peluang untuk dijadikan tanaman khas Ngrimbi.

Hingga saat ini saya telah membuat 38 petak, merupakan lahan yang terluas yang saya sediakan dan merupakan prioritas pertama saya saat ini. Jiwa dan semangat saya sedang ada di sini. Setiap hari saya membuat 2-3 petak, dan seandainya waktu saya tidak disita untuk lele mungkin bisa membuat 5-6 petak. Selama ini tidak ada pengeluaran biaya selain dari pupuk kandang saja. Bibit tersedia melimpah, plus dari pengembangbiakannya sehingga tidak memerlukan bibit dari luar, kecuali jika dimaksudkan untuk percepatan saja. Dan kalaupun untuk penjualannya hanya dibutuhkan modal kantong plastik serta tas kresek saja yang tak lebih dari Rp. 50.000,- saja.

Jika panen azolla telah melimpah maka biaya pupuk kandang bisa dihentikan sehingga nilai modalnya benar-benar nol rupiah. 

Rencana penjualannya: dititipkan tukang-tukang sayur, dititipkan di pasar Mojodhuwur dan dijual di kios sendiri. Saya siap menjual dalam bentuk mentah maupun sudah dimasak tumis. Saya berharap dalam waktu 2-3 bulan lagi sudah siap untuk dijual.

Rencana pemanenannya; potong batang dengan menyisakan bagian akarnya supaya tumbuh batang kembali, sebagian batang ditanam dan sebagian dijual. Dengan demikian setiap tanaman menjadi berlipat dua. Semakin hari semakin luas lahannya, semakin banyak yang ditanam dan semakin meningkat pemanenannya.

Demikianlah evaluasi kerja saya selama 4 bulan di Ngrimbi ini, semoga memberikan inspirasi dan manfaat bagi anda semuanya. Amien.

Comments

  1. AkuPoker adalah Situs Bandar Poker Online Terbaik memberikan kemudahan para pecinta Texas Poker untuk bermain dengan menggunakan UANG ASLI. Download AkuPoker di gadget Android.

    - Segera mainkan kartu Anda dan dapatkan Total Angpao hingga Rp 15.000.000 (15 JUTA RUPIAH) hanya di WWW.AKUPOKER(dot)COM.
    - AkuPoker lagi ada promo bonus 100% bagi pendaftar baru.

    Info lengkap :
    BBM D8D34E1A)
    WA (087887670252)
    Line: aku.poker.

    BLOGSPOT BERITA HARIAN
    AKUPOKER

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

PROPOSAL KEGIATAN PADEPOKAN LEWI

LAPORAN KEUANGAN PER-8 JANUARI 2018