Posts

MAAF PERJALANAN ANDA TERGANGGU

Image
Rasanya saya membaca kalimat: "Maaf perjalanan anda terganggu" itu sudah lama, sejak saya masih remaja. Tulisan itu dituliskan di sebuah papan dan dipalangkan di tengah jalan sebagai pemberitahuan bahwa pemerintah sedang melakukan pekerjaan, seperti perbaikan jalan, perbaikan pipa PDAM, bersih-bersih selokan, atau apa saja yang menyebabkan arus lalulintas di jalan itu tidak lancar. Kalau dulu tidak lancar karena jumlah kendaraan yang masih sedikit, tapi sekarang pasti mengakibatkan macet. Lebih parah lagi jika di jalanan yang sempit sedangkan arus lalulintasnya padat.

Saya rasa tulisan itu bisa kita temui setiap hari dengan lokasi yang berpindah-pindah. Ketika di jalan ini selesai, pekerjaan pindah ke jalan lainnya lagi. Dan macam pekerjaannya itu banyak bidangnya, seperti: penebangan pohon, perbaikan kabel PLN, perbaikan kabel telepon, membersihkan selokan, memperbaiki jalan yang rusak, mengerjakan pelebaran jalan, dan lain-lainnya.

Memang pekerjaan itu semuan…

MENUJU MAFIA KORUPTOR

Image
Di zaman Orde Baru hampir tak ada pejabat yang bisa dijebloskan ke dalam penjara karena korupsi. Pegawai negeri yang digaji kecil sekali seolah-olah dibiarkan mencari hasil tambahan sendiri-sendiri. Saya teringat betapa malasnya saya berurusan dengan pemerintahan karena setiap urusan berbau uang pungutan liar. Ketemu pak RT atau pak RW istilahnya "uang tinta". Ketemu pak lurah atau pak camat istilahnya "uang administrasi". Mengurus ijin-ijin istilahnya "uang amplop".

Pegawai negeri yang rendahan kerjanya mencari-cari kesalahan fakir miskin tujuannya cari uang recehan. Yang tingkat kepala cari rejekinya mencari-cari kesalahan para pengusaha atau pedagang. Polisi dan tentara memajaki toko-toko dengan alasan keamanan. Padahal di zaman itu pasar-pasar juga dikuasai preman; preman pasar istilahnya. Ada iuran yang harus dibayar rutin setiap bulan untuk polisi, tentara dan preman. Kalau Agustusan, hari ulangtahun korps atau tutup tahun, ada sumbanga…

FAKTA SEBENARNYA DI BALIK SKANDAL BUKU MERAH, UJI NYALI KPK

Image

JOKOWI DIGOYANG BUKU MERAH TITO

Image

Konfirmasi Roland Ronaldy Soal Perusakan Barang Bukti

Image

MAHFUD MD TAK SELAMANYA CERDAS

Image
Mahfud MD, mantan ketua Mahkamah Konstitusi, yang belakangan sempat diberitakan dipilih Jokowi sebagai calon wakil presiden tapi yang kemudian digantikan dengan Ma'ruf Amin, menyatakan bahwa pemberitaan Indonesialeaks tentang Tito menerima suap dari Basuki Hariman adalah berita hoaks. Begitu juga dengan berbagai elemen pendukung Jokowi yang mati-matian tidak mau tahu dengan informasi yang diberikan oleh Indonesialeaks, yang seharusnya mereka itu menuntut berita itu diusut tuntas bukannya menuntut berita itu dianggap angin lalu.

Mumpung sekarang sedang ramai-ramainya orang memburu dan membasmi berita hoaks, mengapa ada yang dianggap memberitakan hoaks justru tidak menuntut untuk dibasmi juga? Jika hoaks Ratna Sarumpaet diproses hukum, mengapa hoaks Indonesialeaks tidak ada yang menuntut untuk diproses hukum pula sekalipun hoaks itu menyangkut institusi besar KPK dan Kepolisian, bahkan Kapolri-nya?!

Tentang keberadaan Indonesialeaks kita bisa mendatangi kantor Tempo In…

Wawancara IndonesiaLeaks dengan Ketua KPK Soal Perusakan Barang Bukti

Image