MUSLIM PERLU TAHU FAKTA-FAKTA INI

1. AGAMA WARISAN ITU SEPERTI MEMBELI KUCING DALAM KARUNG:

Baik yang Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan rekan-rekannya, bila menerima agama warisan nenek moyang itu seperti membeli kucing di dalam karung yang tak bisa disombongkan atau dibanggakan sebagai kebenaran. Jangan cepat-cepat merasa puas dan bangga terhadap agama yang diwariskan, sebab apa yang anda anggap benar itu juga merupakan perasaan orang-orang yang beragama lainnya. Dengan begitu maka nilai-nilai keunggulan agama anda menjadi sederajat dengan agama-agama lainnya. Ketika yang Islam merasa benar faktanya orang-orang Kristen, Hindu, Buddha dan lain-lainnya juga merasa benar dengan agamanya. Maka di mana keunggulan agama anda?

Jika anda penerima agama warisan, akal budi anda perlu di-refresh, perlu disegarkan dengan cara mempelajari perbandingan agama-agama lainnya.

2. MENDENGAR KETERANGAN SEPIHAK ITU TIDAK SAH:

Jika anda lahir sebagai Islam, tinggal di perkampungan Islam, dididik di sekolah-sekolah Islam, hanya mendengar omongan dari kiai-kiai Islam. Apa bedanya dengan orang-orang Kristen Batak? Apa bedanya dengan orang-orang Kristen Manado atau Papua? Apa bedanya dengan orang-orang Hindu di India? Apa bedanya dengan orang-orang Buddha di Tiongkok? Derajat keagamaan anda menjadi sederajat dengan agama-agama yang lainnya sehingga tidak ada sisa untuk dibangga-banggakan.

Jika para kiai membenarkan Islamnya, apakah para pendeta tidak membenarkan Kristennya? Jika para kiai mempersalahkan Kristen, apakah para pendeta tidak mempersalahkan Islam?

3. MENYAMAKAN LEMBAGA DENGAN KITAB SUCI ITU NAIF:

Memang, harusnya lembaga itu berjalan selaras dengan kitab sucinya. Harusnya agama Islam itu berjalan selaras dengan Al Qur'annya. Harusnya agama Kristen itu selaras dengan Al Kitabnya. Harusnya memang seperti itu, sebab suatu lembaga diadakan itu untuk mempromosikan kitab sucinya. Agama Islam untuk menyiarkan Al Qur'annya, agama Kristen untuk menyiarkan Al Kitabnya. Lembaga dengan kitab suci itu harusnya merupakan pasangan suami-istri yang serasi. Tapi sama seperti suami-istri yang tidak selalu akur demikianlah lembaga agama seringkali menyelewengkan ajaran kitab sucinya.

Saya potong dengan masalah kenabian Muhammad lebih dulu. Saya melihat dan mendapati bahwa kaum Muslim sudah dicuci otak diperbodohkan dengan dalil-dalil permainan kata yang konyol yang mempersamakan status kenabian Muhammad dengan diri pribadi seorang Muhammad. Nabi = Muhammad, Muhammad = nabi. Dalil itu tidak benar sama sekali. Yang benar dan yang seharusnya adalah Muhammad adalah nabi, tapi nabi bukanlah Muhammad.

Muhammad adalah nabi, sama posisinya dengan Jokowi adalah presiden. Itu menyangkut profesinya. Muhammad dan Jokowi adalah pribadi atau orangnya sedangkan nabi dan presiden adalah kedudukan atau jabatannya. Nah, sebagai pribadi, baik Muhammad maupun Jokowi bisa berbuat kesalahan. Tapi gelar atau jabatan tak mungkin dipersalahkan. Jokowi bisa gila tapi tak mungkin ada presiden itu gila. Begitu pula dengan Muhammad. Muhammad bisa salah tapi kalau nabi tak mungkin dipersalahkan. Kalau "nabi" bersalah bukan nabi namanya. Jika ada istilah "nabi palsu" atau "nabi sesat" itu adalah orangnya bukan gelarnya. Jokowi bisa dipenjarakan tapi "presiden" nggak ada yang dipenjarakan.

Karena itu Muhammad memang nabi, tapi nabi bukan hanya Muhammad. Jangan samakan Muhammad dengan kenabiannya. Jangan samakan Umar Bakri dengan keguruannya. Jangan samakan Jokowi dengan kepresidenannya.

Akibat dari ajaran konyol yang membodohi tersebutlah sehingga kaum Muslim tidak mempunyai perbendaharaan atau daftar kesalahan dan kekhilafan nabi-nabi Yahudi sebagaimana yang tercatat dalam kitab Kristen. Nabi nggak mungkin salah! Maka haramlah orang yang mempersalahkan nabi. Karena itu kaum Muslim sangat sensitif sekali kalau ada orang yang menunjukkan kesalahan Muhammad. Muhammad dimutlakkan benar karena ia nabi.

Tapi Al Kitab tidak seperti itu. Al Kitab menunjukkan kesalahan Adam dan Hawa, kesalahan nabi Musa, kesalahan raja Daud, dan lain-lainnya. Namun tidak berarti orang-orang Yahudi dan Kristen anti dan membenci mereka atau membuang mereka dari daftar tokoh-tokoh Al Kitab. Semua orang Yahudi dan Kristen masih tetap bisa melihat kebesaran dan keagungan mereka. Hal-hal positif dari mereka diteladani sedangkan kejatuhan mereka dijadikan pelajaran dan peringatan. Tapi pola pikir kaum Muslim yang sudah terlanjur keracunan tidak memberikan tempat buat sisi manusiawi seorang nabi. Nabi harus benar, jika salah dibuang.

Rasul Paulus bagi Kristen adalah rasul terbesar. Penulis 14 kitab dari 27 kitab Perjanjian Baru. Namun demikian Al Kitab juga menyajikan secara jujur kejatuhan rasul Paulus, yaitu dia yang menyatakan telah meninggalkan Hukum Taurat, namun ketika dihadapkan dengan ancaman orang banyak diapun terpaksa berpura-pura masih menjalankan ajaran Hukum Taurat;

Kisah 21:20

Mendengar itu mereka memuliakan Allah. Lalu mereka berkata kepada Paulus: "Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat.
21:21Tetapi mereka mendengar tentang engkau, bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa, sebab engkau mengatakan, supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat kita.
21:22Jadi bagaimana sekarang? Tentu mereka akan mendengar, bahwa engkau telah datang ke mari.
21:23Sebab itu, lakukanlah apa yang kami katakan ini: Di antara kami ada empat orang yang bernazar.
21:24Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah pentahiran dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat.
21:26Pada hari berikutnya Paulus membawa orang-orang itu serta dengan dia, dan ia mentahirkan diri bersama-sama dengan mereka, lalu masuk ke Bait Allah untuk memberitahukan, bilamana pentahiran akan selesai dan persembahan akan dipersembahkan untuk mereka masing-masing.

Tapi saya masih tetap menghormatinya sebagai rasul yang terbesar dan menganggap kesalahannya sebagai manusiawi sekali.

Nah, demikian halnya antara lembaga agama dengan kitab sucinya. Antara agama Islam dengan Al Qur'an maupun antara agama Kristen dengan Al Kitabnya. Antara lembaga dan kitab sucinya itu tidak selalu selaras. Ada kalanya lembaga masih asli menjalankan ajaran kitab sucinya tapi ada kalanya lembaga itu mulai menyeleweng dan semakin menyeleweng. Bahkan yang lebih kurangajar lagi adalah ketika lembaga berani merubah-rubah kitab sucinya.

Coba lihat di Al Qur'an yang terjemahannya. Lembaga penterjemahnya bukan sekedar menterjemahkan saja, melainkan menambahi dengan keterangan-keterangan, ada yang bernomor ada yang bertanda kurung bahkan ada pula yang dibaurkan dengan terjemahannya.

BUKTI ALQURAN STANDAR SAAT INI TERNYATA PALSU
 
Kemenag akhirnya mengakui kesalahan terjemah Al Qur’an
 
TAHUN 2019 REVISI AL QUR'AN SELESAI
 
3.229 Kesalahan Tarjamah Al-Quran Versi Kemenag RI

Sebab kalau berbicara soal lembaga-lembaga Islam itu bukan cuma NU dengan Muhammadiyah saja. Tapi ada pula FPI, Ahmadiyah, Syi'ah, Wahabi, Teroris, dan lain-lainnya. Nah, apakah semua lembaga itu benar? Karena itu pikiran kita harus kritis untuk membedakan antara lembaga dengan kitab sucinya. Kita harus mempunyai konsep bahwa lembaga tidak bisa membatalkan kitab suci tapi kitab suci bisa membatalkan lembaga. Lembaga tidak boleh menyimpangkan ajaran kitab suci tapi kitab suci memiliki otoritas untuk mendepak lembaga. Begitu pula dengan kenabian. Nabi memang tidak mungkin salah tapi Muhammad ada kemungkinan bisa salah.

Kita harus berpihak pada kitab suci daripada terhadap lembaga. Sebab kitab suci itu kita percayai dari TUHAN, sedangkan lembaga itu merupakan sekumpulan manusia.

4. MELIHAT KEBENARAN ITU DARI BENARNYA:

Kalau mau tahu yang sebenarnya itu harus dari sumbernya. Misalnya tentang ajaran Kristen. Jika mau tahu ajaran Kristen yang sebenarnya itu harus dari Al Kitabnya, bukan dari gereja atau pendetanya. Lebih-lebih dengan melihat pada kelakuan orang Kristennya.

Kelakuan orang Kristen ataupun ajaran gereja bukanlah representatif dari ajaran Al Kitab. Perlu dipertanyakan: apa benar Al Kitab mengajarkan begitu? Apa benar Al Kitab mengajarkan perayaan Natal? Jika Al Kitab tak mengajarkan perayaan Natal, ngapain kaum Muslim harus mengucapkan: "Selamat Natal?"

Kesalahan konsep melihat ini membuat setitik nila merusakkan susu sebelanga. Karena melihat orang Kristen menyembah patung, maka dianggaplah Kristen itu mengajarkan menyembah patung, sehingga semakin jauhlah kaum Muslim dari minat untuk masuk Kristen. Begitu mendengar kata: "Kristen" saja sudah disingkirinya jauh-jauh: "najis!"

5. HARUS MELIHAT DENGAN MATA KEPALA SENDIRI:

Kebenaran itu harus dibuktikan oleh mata kepala sendiri, bukan dari kata orang. Kebenaran harus merupakan hasil penyaringan, hasil study banding dari berbagai macam agama. Sama seperti anda menetapkan calon istri yang diseleksi dari berbagai perempuan, atau menetapkan merk rokok pilihan yang diseleksi dari berbagai macam rasa rokok.

Anda harus bisa membuktikan secara akal sehat bahwa ajaran Islam itu memang benar-benar lebih baik dari ajaran yang lainnya.

6. MENGATAKAN APA YANG TIDAK DIMENGERTI DENGAN BAIK:

Setiap hari anda sholat dan mengaji membaca ayat-ayat Al Qur'an. Tapi sejauh mana anda mengerti dan memahami arti dari apa yang anda ucapkan itu?

Masing-masing bangsa memiliki bahasa. Tapi masing-masing orang mengucapkan bahasanya dengan pengertian yang baik. Kaum Muslim menjadi bangsa yang unik sendiri oleh sebab mengucapkan suatu bahasa yang tak dipahaminya sama sekali. Melantunkan ayat-ayat Al Qur'an begitu lantang dan merdunya tapi tak satupun kata yang dimengertinya. Kalau di Kristen itu terjadi di gereja GPdI, Pantekosta, Kharismatis, dan beberapa lainnya, yang biasanya mereka sebut dengan berbahasa roh. Dan tentang mereka rasul Paulus katakan sebagai orang sinting;

1Korintus 14:10

Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti.
14:11Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.
14:23Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?

Bahasa Arab dipakai sebagai bahasa ALLAH adalah karena Muhammad itu berbahasa Arab. Karena faktor Muhammadnya, bukan Arabnya. Kalau di Israel, ELOHIM YAHWEH berbicara kepada nabi-nabi Israel, ya dengan bahasa Israel atau Ibrani, sebab mereka orang Ibrani. Jadi, jangan diagung-agungkan bahasa Arabnya. Agungkanlah Muhammadnya, bukan kebangsaannya. Agungkan Muhammadnya dengan mengerti apa-apa yang diomongkannya, yaitu melalui terjemahan Al Qur'an. Simaklah apa pesannya untuk anda.

Coba dalamilah maksud ALLAH mengutus Muhammad itu untuk apa? Jika maksudnya mengislamkan Muhammad, maka Al Qur'an tak perlu disebarluaskan sampai ke anda. Jika ALLAH hanya mengasihi Muhammad, maka anda tak perlu masuk Islam. Tapi jika anda berpikir bahwa ALLAH itu mengasihi dan menyayangi anda, maka Muhammad itu bukanlah apa-apa selain orang yang diutus saja. Sama seperti tukang pos mengantarkan surat saya ke anda. Yang saya perlukan adalah anda bukan tukang posnya.

Bagi saya semua nabi-nabi adalah pesuruh atau utusan atau alat yang dipakai ELOHIM YAHWEH untuk menyelamatkan saya. Sayalah yang disayangi ELOHIM YAHWEH sehingga YESHUA disuruh menjadi JURUSELAMAT. Untuk menyelamatkan sayalah sehingga YESHUA disalibkan;

Yohanes 3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Karena itu salah sekali jika anda mengagung-agungkan Muhammad melebihi dari berita yang disampaikannya. Tukang pos anda gendong-gendong, anda sanjung-sanjung, sedangkan surat saya anda masukkan ke tong sampah. Muhammad anda sanjung-sanjung tapi isi Firman ALLAH yang disampaikannya anda abaikan sama sekali. Ketika ditanya: "Apa berita yang disampaikan Muhammad?" Maka pusing dan bingunglah anda.

7. MEMISAHKAN ANTARA FIRMAN ALLAH DENGAN KETERANGAN MANUSIA:

Membaca Al Qur'an terjemahan harus benar-benar teliti dan kritis dalam membedakan antara kalimat aslinya dengan kalimat intervensi para tokoh Islamnya. Alasan bahwa kalimat Al Qur'an perlu ditambahi dengan keterangan karena perbedaan kebudayaan dan perubahan zaman harus ditolak sebagai Firman ALLAH. Sebab ALLAH itu Pemilik semua orang, Pemilik semua bangsa, Pemilik setiap zaman, sehingga setiap FirmanNYA harus berlaku untuk semua orang, semua bangsa dan semua zaman.

Zaman kuda dengan zaman mobil memang berbeda. Tapi itu keduniawian. Firman ALLAH itu mengajarkan ajaran moral, bahwa zinah itu dosa, ya tetap dosa di zaman kapanpun. Amal kebajikan itu baik, di zaman kapanpun itu masih tetap baik. Jadi, Firman ALLAH itu harus bisa memenuhi segala zaman tanpa perlu diterangkan oleh manusia macam apapun. Yang jika Muhammad saja tak boleh mengubahnya, lebih-lebih seorang Amien Rais atau Gus Dur.

Hasil gambar untuk gambar burung beo

Comments

Popular posts from this blog

PROPOSAL KEGIATAN PADEPOKAN LEWI

JEMAAT KRISTEN YANG RIIL

MULAI MENANAM LELE