MANAKAH YANG AL QUR'AN

Hasil dari penggelapan kebenaran atau penggelapan akal sehat, kaum Muslim berpendapat bahwa yang disebut Al Qur'an itu adalah yang berbahasa Arab, sedangkan yang terjemahannya tak mau mereka akui sebagai Al Qur'an yang berbahasa Indonesia atau Al Qur'an yang untuk orang Indonesia. Padahal jika suatu terjemahan itu "sempurna", bukankah yang berbahasa Arab itu sama dengan yang berbahasa Indonesia? Misalnya: Jika "good morning" diterjemahkan: "selamat pagi", masakan "selamat pagi" itu bukan "good morning?" Harusnya "good morning" itu dimaknai sebagai "selamat pagi"-nya orang Inggris, sedangkan "selamat pagi" dimaknai sebagai "good morning"-nya orang Indonesia, sehingga kedua kata itu merupakan saudara kembar atau identik.

Jika ALLAH itu Pemilik semesta alam, harusnya DIA juga Pemilik orang Indonesia. Jika DIA mengasihi bangsa Arab, DIA juga mengasihi bangsa Inggris, bangsa India, bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa apa saja. Kecuali ada suatu bangsa yang dilarang masuk Islam oleh ALLAH. Selama Islam untuk semua bangsa, maka semua bangsa adalah milik ALLAH dan sama-sama dikasihiNYA.

Jika Islam hanya untuk Muhammad, maka orang-orang Arab lainnya nggak usah masuk Islam. Biar Muhammad saja yang Islam. Atau jika Islam hanya untuk bangsa Arab saja, buat apa orang Indonesia memuliakan Arab?

Tapi jika Muhammad itu utusan ALLAH untuk mengabarkan keselamatan Islam, maka status Muhammad harusnya hanya perantara saja, sebagai alat untuk menjangkau kita, seperti pancing untuk memancing ikan atau seperti jala untuk menjala ikan. Sehingga jika Muhammad hendak berbicara kepada kita, beliau harus menggunakan bahasa kita atau menggunakan seorang penterjemah, seperti ketika Dr. Zakir Naik ketika diundang ke Indonesia, ada juru terjemahnya ketika ia menyampaikan ceramahnya. Dengan demikian bobot Al Qur'an yang berbahasa Arab tidak menurun ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Karena itu Al Qur'an yang terjemahan memiliki derajat yang setara dengan Al Qur'an yang berbahasa aslinya, seperti CD yang dicopy dari masternya.

Pengkultusan bahasa Arab dengan hukum bahwa membaca Al Qur'an tanpa mengerti artinya saja sudah mengandung pahala, bahkan sebuah hadist menyatakan membaca 1 huruf Al Qur'an saja sudah mengandung 10 pahala. Harusnya masalah ini dikritisi dengan pertanyaan: siapa orang yang mau membeli kucing dalam karung? Siapa orang yang mau membeli barang dalam kardus yang tidak diketahui isinya? Harus mengumpulkan berapa kupon(pahala) untuk selamat ke sorga? Memangnya siapakah yang menyelamatkan: ALLAH atau bahasa Arabnya?

Tadinya saya berpikir: begitulah Islam itu. Biarkan saja! Tapi sebagai orang Kristen yang mempelajari Al Qur'an dari terjemahannya, saya terkaget-kaget dengan kenyataan isi Al Qur'an. Sebab antara yang dibaca mata dengan yang didengar telinga, antara yang tertulis di kertas dengan yang dikumandangkan lewat speaker TOA berbeda jauh sekali, seperti bedanya langit dari bumi. Maka saya menjadi mengerti apa sebab bahasa Arabnya sengaja diberikan hadiah-hadiah menarik, yaitu supaya kaum Muslim sebisanya tak perlu tahu isi Al Qur'an yang sebenarnya. Sedangkan untuk terjemahan Indonesianya diperlukan bumbu-bumbu penyedap rasa yang jika diukur antara kalimat aslinya dengan kalimat keterangannya jumlahnya bisa jadi lebih banyak yang keterangannya.

Bukankah ketika dibacakan bahasa Arabnya juga sekaligus dibacakan terjemahannya? Benar! Tapi seorang Muslim dari hasil diskusi di Facebook menyatakan bahwa cerita-cerita tentang nabi ISA dianggap tidak perlu dibesar-besarkan, sebab umat Islam itu umatnya Muhammad. Yah, asal ayat-ayat itu tidak diakumulasikan, melainkan dibiarkan terpisah-pisah sebagaimana urutannya, sehingga hanya terbaca sepotong-sepotong, maka amanlah Islam. Tapi jika saya menuntut supaya ayat-ayat tentang nabi ISA dikumpulkan sendiri, tentang nabi Muhammad dikumpulkan sendiri, bagaimana?!

Sekarang itulah yang menjadi metode saya memberitakan Injil. Saya tidak perlu menggunakan Al Kitab melainkan menyuruh kaum Muslim menyusun daftar ayat-ayat tentang ISA, tentang Muhammad, tentang Keislaman, tentang Kenasranian, tentang Keyahudian, tentang Jum'at dan tentang Sabtu secara sendiri-sendiri. Bahkan supaya lebih terang setiap tokoh atau topik disendiri-sendirikan. Setelah itu mereka lakukan, saya tak perlu berbicara apapun melainkan meminta mereka yang menjelaskan sendiri apa-apa yang mereka temukan itu.

Saya ingin melihat suatu keajaiban terjadi, yaitu bagaimana Al Qur'an terjemahan itu menuntun kaum Muslim masuk Kristen. Al Qur'an yang merupakan anaknya Al Kitab itu telah dibawa minggat meninggalkan rumahnya selama 1500 tahun, menjadi anak durhaka. Tapi suatu saat kelak anak durhaka itu pasti akan pulang ke rumahnya kembali. Maka tergenapilah Firman ini:

Mat. 19:30Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Umat yang terdahulu, yaitu Kristen-kristen yang didirikan di atas pasir akan terlempar keluar, sedangkan umat yang terakhir yaitu umatnya Muhammad akan berbondong-bondong menjadi umatnya YESHUA ha MASHIA;

Matius 7:21

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Ibr. 4:6Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka.

Hasil gambar untuk gambar imam mahdi


Comments

Popular posts from this blog

PROPOSAL KEGIATAN PADEPOKAN LEWI

JEMAAT KRISTEN YANG RIIL

MULAI MENANAM LELE