FIRMAN YANG MENEMBUSI PERADABAN

ELOHIM YESHUA mengatakan:

Matius 24:6Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.

Peradaban manusia yang semakin maju telah memperjuangkan terciptanya perdamaian dunia. Setelah meletusnya Perang Dunia I: 1914 - 1918, tahun 1919 diadakanlah Konferensi Perdamaian Paris, maka lahirlah Liga Bangsa Bangsa pada tanggal 10 Januari 1920. Tapi usaha perdamaian dunia melalui Liga Bangsa Bangsa itu masih bobol dengan meletusnya Perang Dunia II: 1939 - 1945. Maka usai Perang Dunia II, pada tanggal 24 Oktober 1945 didirikanlah Perserikatan Bangsa Bangsa.

Harusnya saat ini dunia sudah damai, tenteram dan makmur. Tapi faktanya semua negara berlomba-lomba menambah jumlah tentara, meningkatkan anggaran persenjataannya, mempercanggih persenjataannya, bahkan lucunya masih saja terjadi peperangan di beberapa tempat. Bangsa-bangsa bukannya mempersiapkan diri buat perdamaian, justru usahanya adalah semakin meningkatkan kekuatan pertahanan keamanannya.

Firman yang diucapkan 2000 tahun yang lalu itu harusnya sudah ketinggalan zaman, sudah tidak berlaku lagi. Ada 2 hal yang menghambat berlakunya Firman itu. Yang pertama: selang waktu 2000 tahun itu terlalu panjang. Di saat orang sudah meninggalkan kuda sebagai tunggangan harusnya Firman itu sudah lemah lunglai. Yang kedua: manusia sudah membendung berlakunya Firman itu dengan lembaga-lembaga perdamaian. Bahkan di Indonesia hal itu sudah dilembagakan melalui lembaga RT-RW; Rukun Tetangga dan Rukun Warga. Dengan tetangga harus rukun, dengan warga sekampung harus rukun. Tapi apakah RT-RW itu berhasil?

Matius 24:7Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.

Kelaparan? Rasanya itu tak mungkin terjadi. Dunia sudah mempunyai lembaga pangan: Food and Agriculture Organization(FAO). Indonesia mempunyai BULOG - Badan Urusan Logistik. Ada pabrik pupuk Petro Kimia Gresik, plus pupuk-pupuk organik yang mencukupi. Ada Kementerian Pertanian yang memanage teknologi pertanian, plus Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang bertugas memantau cuaca. Namun sekalipun masih belum ada kondisi kelaparan yang meluas, nyatanya dunia pertanian masih bisa dibikin gonjang-ganjing oleh berbagai bencana alam. Itu artinya masalah pangan belumlah aman. Kita masih sangat bergantung pada kebaikan alam semesta. Kita ingin alam bersahabat dengan kita dengan memberikan musim-musim yang beritme seperti dulu ketika saya masih muda di mana musim hujan dan musim kemaraunya bisa diprediksikan dan jarang terdengar bencana alam.

Tanggal 3 Maret 2017, lembaga pangan dunia: FAO menuliskan: "Dunia Dihadapkan Empat Ancaman Kelaparan"


“Ini adalah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak pernah sebelumnya kita dihadapkan dengan empat ancaman kelaparan di beberapa negara secara bersamaan,” kata Asisten Direktur Jenderal FAO Kostas Stamoulis.

Menurut edisi terbaru laporan Prospek Tanaman dan Situasi Pangan FAO, sekitar 37 negara memerlukan bantuan eksternal untuk pangan, 28 dari jumlah itu di Afrika sebagai akibat dari berlanjutnya efek kekeringan yang dipicu El Nino pada tahun lalu.

Berlarut-larutnya pertempuran dan kerusuhan telah meningkatkan pengungsi dan kelaparan di bagian lain dunia, katanya.

Matius 24:14Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."

Injil diberitakan ke seluruh dunia? Apakah ELOHIM YESHUA sedang bermimpi ajaranNYA akan sampai ke seluruh dunia? Di zaman 2000 tahun yang lalu masih belum ada kapal Titanic yang canggih yang bisa

menjelajahi samudera, masih belum ada pesawat Garuda, apalagi internet dan WhatsApp. Mark Zuckerberg, pendiri Facebook masih belum lahir. Bagaimana Injil bisa diberitakan ke seluruh dunia? Firman itu terlalu berani untuk zaman YESHUA yang masih berjalan kaki. 

Tapi zaman ini nyatanya ada banyak media sosial yang bisa membuat gampang pemberitaan Injil ke seluruh dunia. Bahkan dengan sewa internet Rp. 3.000,- sejam saja sudah bisa memberitakan Injil ke seluruh dunia. Tak perlu beli tiket di Traveloka yang jutaan untuk menjumpai Donald Trump.

Luk. 21:11dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.

Gempa bumi dahsyat? Itu nggak mungkin terjadi! Kita sudah mempunyai alat seismometer untuk mencatat getaran gempa. Kita sudah mempunyai team SAR dan badan penanggulangan bencana alam. Kita juga

mempunyai alat Remotely Operated Underwater Vehicle(ROV) yang bisa mendeteksi keberadaan kapal Sinar Bangun yang tenggelam di danau Toba. Harusnya problem bencana alam sudah selesai di zaman ini. Namun faktanya negara superpower Amerika Serikat masih dibuat kalangkabut oleh adanya badai Irma. 

Penyakit? Bukankah kita sudah punya alat Syringe Pump yang dikenakan ketika pak Susilo Bambang  Yudhoyono sakit? Bukankah presiden Jokowi sudah menyiapkan kartu BPJS kesehatan? Zaman ini harusnya sudah tidak ada orang sakit sebab sekolah kedokteran setiap tahunnya melahirkan 8.000 orang dokter yang pengangguran. Karena tak ada orang yang sakit maka ribuan dokter menjadi pengangguran.

http://harian.analisadaily.com/kota/news/per-tahun-8000-dokter-pengangguran/434267/2017/10/17

"Harusnya, kalau berdasarkan kebutuhan dokter dari data-data yang kita peroleh, sesungguhnya untuk dokter umum itu sudah sangat berlebih. Bahkan lebihnya itu mencapai 8.000an per tahun," katanya.

Benarkah sudah tak ada orang yang sakit?

Alat syringe pump.


Comments

Popular posts from this blog

PROPOSAL KEGIATAN PADEPOKAN LEWI

LAPORAN KEUANGAN PER-8 JANUARI 2018