MEMBUAT EM4 SENDIRI

EM4 adalah bakteri biakan yang diperlukan dalam pembuatan probiotik, sedangkan probiotik diperlukan dalam segala kegiatan pertanian maupun peternakan. Baik EM4 maupun probiotik ada dijual di toko-toko pertanian/peternakan. Jadi, petani atau peternak yang maunya membeli jadi tidak perlu membeli EM4, tapi perlu membeli probiotiknya saja. Namun jika mau membuat sendiri probiotiknya, barulah perlu membeli EM4.

Bagaimana jika mau bikin sendiri juga EM4-nya? Ternyata bisa, ada resepnya.

http://fennyminggasari.blogspot.co.id/2013/06/apa-itu-em4.html

Tujuan percobaan
Membuat bakteri biakkan (EM-4) sendiri untuk sediaan bahan baku dalam pembuatan pupuk kompos

Landasan Teori
EM-4 singkatan dari Effective Microorganisme, yaitu biakan bakteri yang biasanya digunakan sebagai activator kompos. Bakteri ini sangat berguna untuk mengembalikan sifat kimia tanah.
EM-4 pertama kali ditemukan oleh Prof. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus. Jepang. Dalam EM 4 ini terdapat sekitar 80 genus microorganisme fermentor. Microorganisme ini dipilih yang dapat bekerja secara efektif dalam memfermentasikan bahan organik. Secara global terdapat 5 golongan yang pokok yaitu:
1. Bakteri fotosintetik
2. Lactobacillus sp
3. Streptomycetes sp
4. Ragi (yeast)
5. Actinomycetes
Biakan bakteri selain EM-4 ada banyak, tetapi karena EM-4 adalah yang pertama kali masuk pasar maka semuanya disebut dengan EM, meski mereknya berbeda. Misalnya Probio-7, TON, Migro, Stardec, OrgaDec dan lain- lain.
Pada prinsipnya bakteri itu berkeliaran di udara dan juga disekitar kita, di tanah, di dalam air dan lain-lain. Kitapun bisa menangkapnya dengan mudah. Hanya karena kita menangkapnya sekedar menangkapnya saja, bakteri yang kita tangkap menjadi bermacam-macam. Nah para bakteriolog, mempelajarinya satu-persatu kemudian meneliti bakteri tersebut, kemudian memisahkan dan membiakkannya secara khusus bakteri-bakteri tersebut, sehingga menghasilkan bakteri-bakteri yang bermanfaat.

Alat Dan Bahan
Alat-alat
·         Botol plastik, secukupnya
·         Blender, 1 buah
·         Timbangan, 1 buah
·         Saringan plastik, 1 buah
·         Baskom (wadah), 1 buah
·         Pisau, secukupnya
·         Sendok, 1 buah
·         Corong plastik, 1 buah

Bahan-bahan
·         Nanas atau kulitnya, 0,5 kg
·         Papaya atau kulitnya, 0,5 kg
·         Pisang atau kulitnya, 0,5 kg
·         Hati pohon pisang (batang pisang bagian dalam), 1,5 kg
·         Kangkung segar, 0,25 kg
·         Kacang panjang segar, 0,25 kg
·         Gula pasir, 1 kg
·         Air kelapa, 1 liter

Langkah Kerja
Pembiakkan Bakteri
1.      Kacang panjang dipotong-potong, lalu diblender
2.      Kangkung dipotong-potong, lalu diblender
3.      Hati pohon pisang dipotong dadu, lalu diblender
4.      Nanas, papaya, dan pisang dirajang, lalu diblender
5.      Hasil blender ditambung dalam satu wadah
6.      Tambahkan gula pasir dan air kelapa, aduk hingga rata
7.      Larutan disimpan dalam botol plastik dan ditutup rapat, dibiarkan selama 7 hari
8.      Selama disimpan menunggu 7 hari, dalam proses fermentasi ini akan timbul gas, sehingga botol akan menggelembung. Hati-hati bisa pecah botolnya atau minimal botolnya akan jatuh karena permukaan bawahnya tidak rata lagi. Kalau sudah maksimal sebelum 7 hari, bukalah tutup botolnya pelan-pelan, asal gasnya bisa keluar. Kalau terlalu besar membuka tutup botolnya, dengan tekanan yang tinggi gas akan menyembur keluar dari botol beserta isinya.

Pemanenan Biakkan Bakteri
1.      Saring larutan biakan bakteri dengan menggunakan corong plastik dan saringan plastik
2.      Tampung filtrat dalam botol plastik (dapat tahan lama selama 6 bulan menurut referensi Departemen Pertanian)
3.      Simpan di tempat yang kering
4.      Ampas sisa perasan bias digunakan sebagai pupuk langsung atau masukkan kedalam wadah baru, beri air gula, bias jadi biakan bakteri baru.

Aplikasi
Cara mengaktifkannya adalah,
1.      Buat larutan air gula dengan komposisi air 1.5 liter dengan gula 3-4 sendok makan
2.      Kocok sampai gulanya larut dalam air
3.      Lalu tambahkan 2-3 tutup botol biakan bakteri kita, kocok supaya rata, dan diamkan semalaman supaya bakteri berkembang biak lagi
4.      Produk dapat segera digunakan untuk menyemprot media.

Image result for gambar em4 peternakan


Kalau sekiranya kebutuhan EM4-nya besar, sedangkan enggan membeli yang pabrikan, ada juga cara melipatgandakan EM4 yang sudah ada, sehingga dari 1 botol saja bisa dikembangkan menjadi 1 kontainer. Bagaimana caranya?

1. Nenas 1 Buah
2. Gula Merah / Gula Pasir 1/2 Kg
3. Air Kelapa Tua
4. Yakult 3 botol
5. EM4 100 ml untuk 5 Liter air


Dengan bahan-bahan itulah EM4 anda bisa menjadi berlipat-lipat. Setelah EM4-nya tersedia, sekarang kita belajar membuat probiotiknya sendiri. Bagaimana caranya?

>> Dedak halus 2 kg direbus dan didinginkan

>> Gula merah 2 kg direbus dan didinginkan

>> Air 20 liter

>> Temulawak 1/4 kg

>> Azzola atau pelepah pisang secukupnya diblender
 

>> Nanas 1 kg diblender

>> Em4 200cc

Semua dicampur dalam wadah dan masukkan dalam jerigen 30 kg.



Nah, setelah probiotiknya jadi, sekarang kita belajar melipatgandakannya. Justru probiotiklah yang harus kita miliki banyak-banyak. Tanpa EM4 tak masalah tapi tanpa probiotik tidak mungkin. Bagaimana cara melipatgandakannya?

Pada praktek ini digunakan 1 botol aqua berisi tetes tebu, satu panci besar air dan beberapa centong tepung tapioka, dan setengah botol cairan probiotik.
Tepung tapioka dilarutkan ke dalam air kemudian tetes tebu dalam botol dicampurkan ke dalam air dan diaduk hingga rata. Cairan kemudian direbus hingga bergumpal-gumpal. Cairan berbahan seperti ini akan mudah mengembang dan meluap saat dipanaskan, perlu kiranya untuk ditunggui dan dilakukan proses pengadukan bahan di dalam panci yang sedang direbus.
Sebelum cairan probiotik dimasukkan dalam cairan pengenceran ini, harap ditunggu hingga dingin terlebih dahulu. Setelah cairan menjadi dingin, probiotik yang dijadikan starter kemudian dimasukkan dalam panci dan di aduk hingga rata. Cairan kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang dapat ditutup. Jerigen bekas minyak yang sebelumnya telah dibersihkan dapat digunakan dan kemudian ditutup dengan rapat. Pada praktek ini digunakan ember bekas cat yang ditutup rapat dengan lembaran plastik dan diikat erat, proses yang terjadi anaerob.

Comments

Popular posts from this blog

PROPOSAL KEGIATAN PADEPOKAN LEWI

MULAI MENANAM LELE

MENUJU PADEPOKAN LEWI