DI SINI BELAJAR DI SANA MENGAJAR

Sesuai dengan harapan bapak Linggardjati, kelak Padepokan Lewi, yang direncanakan akan menempati lahan yang di depan, harus menjadi berkat bagi lingkungan sekitar dalam sektor pertanian dan peternakan. Itu sebabnya kami berusaha maksimal untuk memanfaatkan lahan yang di sini untuk belajar bertani dan berternak, supaya pengalaman di sini bisa diterapkan di seberang;

https://www.google.co.id/maps/@-7.6616062,112.3342975,3a,75y,26.35h,75.95t/data=!3m6!1e1!3m4!1seL7eHHEPfiDi5B34vOBdPQ!2e0!7i13312!8i6656

Di sini ada rumah, ada lahan, ada sumur dan ada listrik, sementara di sana belum ada rumah, belum ada sumur dan listrik. Listrik yang sukar mendapatkannya sebab masih belum ada jaringan PLN-nya. Karena itu kesempatan dan fasilitas yang tersedia di sini harus bisa dimanfaatkan secara maksimal. Kalau di sini ada lahan pertanian, mengapakah kita mengusahakan toko? Tidak tepat itu. Yang benar adalah memikirkan bidang pertanian dan peternakan.

Untuk bidang pertanian kami harus bisa menanam bahan-bahan makanan, buah-buahan dan sayur-sayuran supaya dari sini saja, tak usah dari luar, kami bisa mendapatkan gizi yang mencukupi. Demikian pula untuk bidang peternakan harus bisa mendukung kehidupan di sini, bahkan kalau bisa pertanian dan peternakan dibuat sedemikian rupa sehingga kedua bidang itu bisa saling melengkapi membentuk sebuah ekosistem. Dan sekalipun tujuannya belajar, jika sambil belajar bisa menghasilkan uang, apa salahnya hasil pertanian dan peternakan itu dijual? Apa salahnya mendapatkan uang yang halal?

Bagaimana dengan makanan halal dan haram menurut Imamat 11? Dalam Perjanjian Baru hukum itu sudah dihapuskan sehingga semua makanan menjadi halal. Namun demikian jika kita tidak memakannya, Hukum Taurat memperbolehkan kita menjualnya kepada orang lain;

Ul. 14:21Janganlah kamu memakan bangkai apapun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya."

Jadi, jika kita beternak lele tapi kita tidak memakannya, ikan lele itu boleh kita jual ke orang lain. Itu Firman TUHAN, bukan perkataan gereja atau manusia.

Di sini ada banyak areal bekas kolam namun yang sudah rusak, sehingga harus dibangun kembali. Sebenarnya bisa dibuat kolam gedeg atau kolam semen, namun untuk mengurangi permodalan kami memilih kolam gali tanah lalu dikasih terpal.

Untuk pakan lele kami akan budidayakan tanaman paku air atau bahasa latinnya Azolla. Oh, Ngrimbi sangat cocok dan sangat siap untuk budidayakan Azolla sekaligus ikan lele;

azolla-pakan-unggas-alami


BIBIT AZOLLA


Budidaya-azolla


Peluang-usaha-budidaya-azolla


Kami ingin Ngrimbi seperti ini:

Image result for kolam lele terpadu

Image result for gambar orang berdoa


HP Rudyanto:   081217632980
No. Rekening: a/n. Sonny Saragih, Bank JATIM – 1277028979
Alamat:  Jl. Ngrimbi-Wonosalam RT 1/RW 1, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Jombang, Jawa Timur.
 
LSM: Perhimpunan Pustaka Lewi
Redaksi:  Sonny Saragih
No. HP:   082139840290
              sonny@pustakalewi.net
No. Rekening: a/n. Pustaka Lewi, Bank JATIM: 0322810296

Comments

  1. bagus banget artikel nya gan, update terus ya gan.. coba kunjungin juga ya gan artikel saya di:
    - https://goo.gl/f9L69M
    - https://goo.gl/wc1Ky4

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

PROPOSAL KEGIATAN PADEPOKAN LEWI

MULAI MENANAM LELE

MENUJU PADEPOKAN LEWI