AKTIFITAS SAYA DI NGRIMBI

Tanpa terasa ini adalah hari yang ke-50 saya di Ngrimbi, tepatnya di jalan Ngrimbi-Wonosalam RT 1/RW 1, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yakni sejak tanggal 12 September 2017. Hingga saat ini saya tinggal sendirian dan di rumah yang jauh dari tetangga. Di depan sawah, di sebelah kiri, 200 meter adalah pabrik balung, di sebelah kanan, 350 meter adalah perkampungan, sedangkan di belakang juga sawah.

Jadikan gambar sebaris


Jadikan gambar sebaris


Dari Surabaya, Mojokerto, terminal Mojoagung belok kiri jurusan tempat wisata durian Wonosalam, kira-kira kilometer 11, sebelah kanan jalan ada pabrik balung, maka rumah pertama setelah itu adalah rumah
saya. Ini nomor HP saya; Rudyanto - 081217632980, silahkan mampir.
Link dari Google Maps:

Sebuah rumah yang sempat kosong kira-kira setahun, yang kondisi kayu-kayu di atapnya sudah lapuk semuanya. Listrik kami masih numpang di tetangga yang berjarak 350 meteran, yang kabel-kabelnya membentang di persawahan, yang kalau sedang panenan dianggap mengganggu sehingga sempat beberapa kali diputus oleh para pekerja yang jahil. Itulah malam pertama saya di Ngrimbi yang tanpa penerangan listrik.

Dan karena jauhnya kabel sehingga tegangan selalu naik turun. Tampaknya itu yang menjadi penyebab rusaknya hard disk sehingga saya selama sebulan tak bisa menulis di blog. Kini masalah tegangan sudah bisa saya atasi dengan membuatkan arde, maka komputer tidak lagi restart-restart sendiri sebagaimana biasanya.

Jadikan gambar sebaris


Jadikan gambar sebaris


Selain Personal Computer, di sini juga ada Laptop merk Acer TravelMate 2700. Sayang tak ada chargernya sehingga dibiarkan menganggur selama ini. Mudah-mudahan ada yang berkenan menghidupkan Laptop tersebut;

Jadikan gambar sebaris


Di sini ada sumur yang airnya bagus. Dulu selama 2 mingguan saya harus mengangsu air dari sumur ke bak mandi sejauh 30 meteran. Mantap sekali capeknya. Tapi untunglah segera ada bantuan pompa air sehingga sangat meringankan pekerjaan saya;

Jadikan gambar sebaris

Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebaris


Di Ngrimbi kalau siang memang ada warung, sekitar 200-an meter. Tapi kalau sore ya sudah tutup sehingga selama beberapa minggu saya harus berjalan kaki sekitar 4 kilometer untuk membeli makan atau belanja. Untunglah mas Joah menyumbangkan sepedanya sehingga saya kini bisa kesana kemari dengan sepeda;

Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebaris


Di desa seperti ini mau apa lagi kalau bukan bertani? Karena itu setiap hari olahraga saya adalah mencangkuli lahan lalu saya tanami singkong. Dan kini sudah mulai bertumbuh;

Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebaris

Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebaris


Sebagai orang yang tak punya pengalaman di bidang pertanian dan peternakan, saya berguru ke pakarnya, pak dokter Drajat. Saya belajar membuat probiotik sederhana;

Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebaris

Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebaris


Saya belajar membuat pupuk kompos;

Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebaris


Saya persiapkan kolam lele;

Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebaris
Jadikan gambar sebaris


Tak lupa juga beternak cacing nantinya. Pinginnya sih semua saya ternakkan. Tapi biarlah satu persatu saja menyesuaikan dengan kemampuan. Saya bertekad akan pelajari semuanya supaya kelak lokasi ini bisa menjadi pusat pertanian dan peternakan. Saya ingin mempunyai ilmu pertanian yang canggih seperti di Israel dan mengajarkannya ke masyarakat, supaya masyarakat mempunyai lapangan pekerjaan, mempunyai penghasilan yang mencukupi, terbebas dari kemiskinan dan menjadikan desa sebagai "ibukota Jakarta" yang memiliki daya tarik dan menyadarkan bahwa desa adalah kampung halaman kita.

Saya ingin Ngrimbi ini bisa menjadi berkat, sekalipun saat ini hanya berupa 5 roti dan 2 ikan, biarlah kelak bisa memberi makan 5.000 orang.

Maleakhi  3:10Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam,

Bawalah persembahanmu ke sini supaya di sini bisa menyediakan makanan. Ke marilah, makanlah sekenyang-kenyangnya, nggak usah lagi orang sampai menipu, berbohong, mencuri, korupsi. Ngapain untuk makan saja harus berbuat dosa? Jika segala kebutuhan pokokmu tercukupi, masakan kamu masih juga mencuri? Kita harus memainkan keseimbangan. Yang kaya menutupi yang miskin. Yang kaya harus sadar untuk lebih baik memberi secara sukarela daripada harus ditodong golok. Sudahlah, kamu cari makan, aku juga cari makan. Nggak perlu kita bermusuhan, nggak perlu kita menciptakan dosa.

Nggak usahlah hidup bermewah-mewah. Sebab apa artinya pakaianmu dari sutera jika nyawamu melayang di tangan penjahat?! Mana yang lebih kamu inginkan antara pakaian indah hidup singkat dengan pakaian sederhana hidup lama?! Harus cerdaslah untuk memilih jalan.

Indonesia jangan sampai membiarkan kesenjangan jika ingin mencapai Pancasila.


Comments

Popular posts from this blog

PROPOSAL KEGIATAN PADEPOKAN LEWI

MULAI MENANAM LELE

MENUJU PADEPOKAN LEWI